Rembuk Tani Untuk Sukseskan UPSUS PAJALE 2015

Bade - Pemerintah Desa Bade bersinergi dengan seluruh komponen masyakarakay menggelar kegiatan rembuk tani. Kegiatan ini sebagai wadah untuk mencari solusi bagi permasalahan petani di Desa Bade dan dalam rangka menyukseskan upaya khusus swasembada Padi Jagung Kedelai 2015 (8/11/2015).

Dalam pelaksanaannya rembuk tani akan diisi dengan kegiatan kegiatan yang melibatkan petani secara langsung seperti temu tani yang merupakan sarana silaturahmi diskusi antara pejabat terkait yang berwenang mengenai permasalahan / isu strategis yang dihadapi petani/

"Rembug Tani bertujuan untuk meningkatkan silaturahmi seluruh kelompok tani dan penyuluh tani di bawah di desa Bade serta menguji kemampuan, pengetahuan dan keterampilan para petani dalam mewujudkan pertanian yang untuk menyukseskan program UPSUS PAJALE,” ujar Kepala Desa Parwoto.

Program Upsus tiga komoditas utama padi jagung kedelai (pajale), pemerintah Presiden Jokowi sangat bertekad untuk mensukseskan kedaulatan pangan dalam 3 tahun ini, yaitu pada tahun 2017. Pada kegiatan Upsus pajale, segala strategi dan upaya dilakukan untuk peningkatan luas tanam dan produktivitas di daerah-daerah sentra produksi pangan. Operasioanalisasi pencapaian target di lapangan benar-benar dilaksanakan secara menyeluruh untuk mensukseskan program yaitu dengan penyediaan dana, pengerahan tenaga, perbaikan jaringan irigasi yang rusak, bantuan pupuk, ketersedian benih unggul yang tepat, bantuan traktor dan alsintan lainnya yang mendukung persiapan, panen dan pasca panen termasuk kepastian pemasarannya.

Pendampingan Upsus merupakan faktor penting dalam pencapaian target produksi yaitu dengan mengerahkan sumber daya yang tersedia di Kementerian Pertanian. Seluruh komponen di Kabupaten sentra produksi pajale yakni Grobogan, Sragen, Karanganyar, Boyolali dan Blora.

Dukungan dari TNI Angkatan Darat juga diperoleh dengan ditandatanganinya MOU antara Menteri Pertanian RI dengan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) bahwa seluruh Babinsa akan membantu petani agar program swasembada pangan ini dapat terwujud pada tahun 2017. Dukungan dari jajaran TNI ini telah diwujudkan sejak persiapan pertanaman sampai pengawalan benih dan pupuk. Pelatihan singkat diberikan kepada para Babinsa oleh para pakar yaitu penyuluh, para peneliti dari Dinas Pertanian dan Balitbangtan untuk memudahkan operasionalisasi mereka di lapangan.

Berita Terkini