Pria Ini Sukses Jadikan Waduk Bade Bernilai Ekonomi
Selasa 18 April 2017

Bade - Perekonomian desa semakin menggeliat sejak munculnya Undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa. Otonomi lebih yang diberikan Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Desa membuat berbagai potensi desa yang sebelumnya belum optimal menjadi semakin optimal.

Salah satunya adalah Desa Bade. Desa yang terletak di Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Desa ini berhasil mengoptimalkan potensi perairan dari sebuah waduk yang telah berdiri sejak zaman Jepang. Waduk ini mengalami renovasi pada tahun 1980-an hingga sekarang pada bagian tanggul atau bendungan.

Di tangan dingin Parwoto, Kepala Desa Bade, waduk yang dulunya hanya berfungsi sebagai pengairan sawah saja, kini dimanfaatkan untuk budidaya ikan dan akan dikembangkan jadi destinasi wisata.

"Iya, bekerja sama dengan Dinas pariwisata kami mengelola waduk ini sebagus mungkin agar menjadi daya tarik yang untuk para wisatawan. Sunset di sini sangat bagus sekali. Selain itu kami akan membuat beberapa rumah pohon karena sekarang peluangnya bagus juga untuk pemotretan pre wedding tempat -tempat seperti itu," ucap Parwoto di lokasi, Kamis (16/2).

Parwoto menjelaskan, untuk mengembangkan potensi wisata di waduk Bade ini, dirinya melibatkan pemuda Karang Taruna Desa Bade, membentuk beberapa tim patroli untuk menjalankan fungsi pengawasan dan keamanan di sekitar waduk.

"Biasanya tempat wisata seperti ini kan image-nya buruk. Nah, untuk mencegah hal itu terjadi kami membentuk tim patroli dari Karang Taruna Desa Bade. Selain mengawasi, mereka menjaga waduk juga dari aktivitas penangkapan ikan yang melanggar hukum seperti menggunakan obat atau potas dan setrum listrik agar keseimbangan ekosistem di waduk ini tetap terjaga," beber Parwoto.

Tak hanya itu, pria yang sejak tahun 2013 menjabat sebagai Kepala Desa Bade ini juga berhasil mengoptimalkan potensi budidaya perairan melalui kerjasama dengan beberapa kelompok nelayan dan pemerintah Kabupaten Boyolali.

Berbagai program dicanangkan untuk menyejahterakan perekonomian nelayan, antara lain pembibitan ikan, bantuan alat tangkap ikan seperti jaring, keramba, dan berbagai alat yang mendukung aktivitas nelayan.

"Kami Pemerintah Desa selalu berusaha menjadi jembatan para nelayan di sini dengan Pemerintah Kabupaten agar kebutuhan mereka terpenuhi. Kami sering juga mengumpulkan mereka di sebuah forum untuk saling share terkait apa yang mereka butuhkan, sehingga nantinya dapat dipenuhi Pemerintah Kabupaten, demi kesejahteraan mereka," jelas Parwoto.

Parwoto juga menjelaskan bahwa dalam satu tahun dilakukan tiga kali pembenihan ikan di waduk Bade. hal itu terwujud berkat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Boyolali yang aktif mendengarkan aspirasi para nelayan secara langsung maupun melalui Pemerintah Desa setempat. Ia berharap ke depan, Waduk Bade dapat tumbuh menjadi komoditas perikanan yang besar dan bisa mewujudkan kemandirian perekonomian masyarakat Desa Bade.

"Dengan optimalnya perairan seperti ini dan tanpa meninggalkan sektor pertanian maka kesejahteraan masyarakat akan semakin meningkat karena penghasilan mereka dobel tentunya, dari pertanian juga dan perairan juga, semoga ke depannya semakin lebih baik lagi," pungkas Parwoto.

Berita Terkini