Anggaran Desa

Arah Kebijakan Pembangunan Desa

Kondisi ekonomi Desa Bade pada prinsipnya tidak bisa lepas dari kondisi ekonomi makro yang ditandai dengan beberapa masalah antara lain melemahnya ekonomi secara nasional ataupun ekonomi global yang secara lambat atau cepat mempengaruhi kondisi ekonomi masyarakat pedesaan.

Dari data terakhir kondisi ekonomi masyarakat Desa Bade menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan. Hal tersebut tercermin dari beberapa indikator seperti menurunnya angka kemiskinan, namun karena kondisi ekonomi yang belum juga stabil, maka tantangan ini yang merupakan faktor-faktor yang akan diperhitungkan dalam penyusunan arah kebijakan keuangan Desa Bade tahun 2013sampai dengan tahun 2018.

Desa Bade pada tahun anggaran 2017 menganggarkan mendapatkan pendapatan desa sebesar Rp. 1.436.350.100. Pendapatan desa ini didukung dengan  dana desa sebesar Rp 790.537.000. Pendapatan lain yang cukup menyokong kegiatan desa selama tahun anggaran 2017 adalah Alokasi Dana Desa sebesar Rp. 458.253.700. Pendapatan asli dari desa yang di dapat dari aset desa sebesar Rp. 163.065.000.

Anggaran sebesar tersebut digunakan untuk penyelenggaran pemerintah desa sebesar Rp. 429.272.000. Anggaran pembangunan desa pada belanja modal dan barang serta jasa secara berurutan mendapatkan alokasi dana Rp.315.539.100 dan Rp 591.539.000. Anggaran tersebut digunakan untuk mewujudkan masyarakat Desa Bade yang tertib, sehat dan kondusif dalam tata kehidupan yang demokratis, cerdas, mandiri, kreatif dan produktif dilandasi oleh akhlak mulia dalam rangka mencapai atau menuju terwujudnya Boyolali Tersenyum (Tertib,Rapi,Sehat Nyaman Untuk Masyarakat ), mampu meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan lahir batin berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Anggaran dana yang cukup besar pada pos pembangunan desa berdasarkan skala prioritas program pembangunan. Pembangunan yang berdasarkan aturan pemerintah yang berlaku menggunakan skala desa.Skala desa merupakan program pembangunan yang sepenuhnya mampu dilaksanakan oleh desa. Kemampuan tersebut dapat diukur dari ketersediaan anggaran belanja desa, kewenangan  desa dan  secara  teknis  di  lapangan, tersedianya sumber daya yang ada di desa.

URAIAN

ANGGARAN

PENDAPATAN

 

Hasil Aset Desa

Rp 163,065,000

Pendapatan Transfer

Rp 1,273,285,100

Dana Desa

Rp 790,537,000

Bagi Hasil Pajak dan Retribusi

Rp 24,494,400

Alokasi Dana Desa

Rp 458,253,700

 JUMLAH PENDAPATAN

Rp 1,436,350,100

 

BELANJA

 

Belanja Desa

Rp 1,336,350,100

Belanja Pegawai

Rp 429,272,000

Belanja Barang dan Jasa

Rp 315,539,100

Belanja Modal

Rp 591,539,000

JUMLAH BELANJA

Rp 1,336,350,100

 

SURPLUS / (DEFISIT)

Rp 100,000,000

Pengeluaran Pembiayaan

Rp 100,000,000

Penyertaan Modal Desa

Rp 100,000,000

 JUMLAH PEMBIAYAAN

Rp (100,000,000)

SISA LEBIH / (KURANG) PERHITUNGAN ANGGARAN

RP 0,00

Berita Terkini